Jakarta (KABARIN) - Juara Wimbledon Iga Swiatek memilih untuk merendahkan ekspektasi menjelang dimulainya perjuangan di Grand Slam lapangan rumput tersebut, menyusul persiapan yang dinilainya belum optimal dibandingkan tahun lalu.
Petenis asal Polandia itu mengaku masih berusaha menemukan kembali ritme permainan setelah hanya menjalani satu laga di lapangan rumput musim ini, yakni saat kalah dari Emma Navarro pada turnamen Bad Homburg.
“Saya benar-benar berada dalam posisi untuk menjaga ekspektasi tetap rendah,” kata Swiatek dalam konferensi pers pra-turnamen seperti dikutip WTA, Senin.
Swiatek mengakui bahwa gelar Wimbledon yang diraihnya tahun lalu merupakan pencapaian yang sulit terulang, mengingat lapangan rumput adalah permukaan yang paling menantang baginya.
Kini, saat kembali ke All England Club sebagai juara bertahan, ia menilai tantangan mempertahankan gelar akan jauh lebih berat.
Dalam satu dekade terakhir, hanya sedikit petenis yang mampu mempertahankan gelar Wimbledon, termasuk Serena Williams pada 2015 dan 2016.
Pada musim 2025, Swiatek tampil impresif setelah sebelumnya mencapai final di Bad Homburg dan tidak kehilangan satu set pun sejak babak ketiga Wimbledon, termasuk kemenangan beruntun tanpa kehilangan gim dalam dua laga penting.
Namun kondisi berbeda terjadi musim ini. Setelah tersingkir di babak keempat French Open, Swiatek hanya memiliki sedikit kesempatan bertanding di lapangan rumput sebelum Wimbledon.
Meski demikian, ia tetap optimistis dapat membangun kembali kepercayaan diri secara bertahap.
“Tahun lalu saya bisa berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan itu sangat membantu,” kata Swiatek.
Di luar persiapan teknis, Swiatek juga menyinggung secara ringan soal tradisi handuk Wimbledon yang menjadi suvenir favoritnya.
“Saya sudah tidak punya handuk dari tahun lalu. Teman-teman dan keluarga saya menginginkannya,” ujarnya sambil tertawa.
Swiatek akan memulai langkahnya di Wimbledon dengan menghadapi Taylor Townsend pada babak pertama, Selasa (30/6) pukul 19.30 WIB.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026